KAJIAN KITAB BADA’IZ ZUHUR BAGIAN KE-7 KISAH TENTANG ANGIN

Posting Komentar
KAJIAN KITAB BADA’IZ ZUHUR BAGIAN KE-7
KISAH TENTANG ANGIN

Pengajian kitab Bada’iuz Zuhur Fii Waqoo-‘id Duhur karya Syekh Muhamad bin Ahmad bin Iyas Al-Hanafi bagian ke tujuh ini akana membahas tentang macam-macam angin. Mungkin didalam pembahsan ini tidak sedetail dengan macam-macam angin yang di pelajari di ilmu geografi, karena masa mbah mushonnif ini belum ada alat canggih secanggih zaman sekarang ini.
Kita simak saja dawuh-dawuh dari mbah Muhammad al-hanafi ini. Semoga Allah Meridloi-nya dan kita mendapatkan curahan kemuliaannya di dunia dan akhirat amiin. 



﴿ذكر أخبار الرياح﴾
(وقال) إبن عباس رضي الله عنهما : خلق الله تعالى أربع رياح وهى الجنوب والشمال والصبا والدبور. ويقال أن الريح ثمانية أربعة منها فى الجهات الأربع. وأربعة مهنا تسمى بالنُّـكباء لـميلها عن الجهات الأربع فريح الجنوب تجمع السحاب. وقيل منها خلق الله الخيل وقيل إنها سيدة الرياح. وأما الرياح الشمال فإنها من جهة الشمال وهبوبها من ناحية القطب وهي باردة يابسة, ويقال لها ريج الجنوب. وأما الريح الصبا وتسمى أيضا ريح القبول وهى من ناحية الشرق وإذا هبت على الأبدان العليلة أنعشتها وتنفس عن الـمكروب كربته ويكون هبوبها عند السحر. وأما الريح الدبور وتسمى أيضا العاصف والصرصر والعقيم وهى التى تهدم البناء وتقلع الأشجار. قال أهل اللغة : الريح الـمقيم  لا ماء معها وسميت عقيما لأنها لاتلقح ولاتنتج كالـمرأة التى لاتلد فإنها تسمى عقيما.

Ibnu Abbas ra, berkata “Allah telah menciptakan empat macam angin, yaitu : (1) angin selatan (2) angin utara (3) angin timur, dan (4) angin barat.” Dikatakan bahwa jumlah angin ada delapan dan yang empat diantara kedelapan macam angin tersebut adalah angin Nukaba’ (yang condong). Dinamakan demikian karena condongnya arah mata angin berhembus ke empat penjuru, sedangkang angin  utara lebih condong kepada pengumpulan uap/awan.
Dikatakan bahwa Allah telah mencipakan seekor kuda dengan mendayagunakan angin nukaba’. ada yang bilang angin Nukaba’ merupakan tetaunya para angin.
Adapun angin utara adalah hembusan angin yang datang dari arah utara dan merupakan pusatnya mata angin, artinya angin utara ini bersifat dingin dan kering. Ada yang bilang bahwa jenis angin kering dan dingin ini merupakan sifat dari angin selatan.
Adapaun angin timur disebut juga dengan angin qobul karena datangnya dari arah timur. Jika angin itu berhembus dan mengenai badan maka akan timbul berbagai macam penyakit terlebih penyakit yang berhubungan dengan nafas. Biasanya angin ini berhembus saat fajar (waktu sahur).
Sedangkan angin barat yang sering juga disebut sebagai angin yang berhembus dengan nada siulan yang mandul artinya angin yang membawa kerusakan, menghancurkan bangunan dan menumbangkan pepohonan.
Menurut ahli bahasa, angin ‘aqim (angin pembawa kerusakan) ini merupakan angin kering yang tidak membawa air didalmnya (mengakibatkan terjadinya musim kemarau). Disebut sebagai angin ‘aqim karena kedatangan angin ini sebagai pertanda bahwa akan ada bencana yang melanda di sejumlah daerah seperti layaknya wanita mandul.            
وفى الحديث عن الرسول الله ﷺ أنه قال : نصرت بالصبا وأهلكت عاد بالدبور. وقد جعل الله قران الدبور بالريح العقيم وقران الجنوب بالريح الشمال. وجعل الريح الشمال والصبا متعاقبتين وجعل لكل ريح من هؤلاء أوقاتا معلومة لاتتجاوزها. فإذا أراد الله تعالى أن يعذب قوما بالريح أفرد الريح العقيم من الدبور وسلطها على من يشاء من عباده.
Dalam sebuah hadits, Rasulullah  bersabda “kami selamat dari angin timur dan kaum ‘Ad hancur oleh angin barat”. Dan Allah telah menciptakan pasangan diantara beberapa angin. Angin barat berpasangan dengan angin timur. Angin utara berpasangan dengan angin  selatan. Dan setiap angin memakai waktu tertentu dan kedatangn angin ini selalu silih berganti, jika Allah hendak menghancurkan hamba-Nya maka cukup dengan mengutus angin barat. Semua itu kehendak mutlak milik Allah terhadap siapa saja yang dikehendsaki-Nya. 

Related Posts

Posting Komentar

Subscribe Our Newsletter